A.Instruktur O&M Dalam ruang (Level 1: pra tongkat)

1. Lama pelatihan 12 hari efektif setara dengan jumlah 90  jam 
2. Peserta :
a. Peserta pelatihan O&M Dalam ruang (Level pra tongkat) berumur tidak lebih dari 35 tahun dan berpengalaman bekerja dengan tunanetra minimal 2 tahun. Pendidikann minimal SLTA, berbadan sehat, tidak cacat pendengaran dan penglihatan yang disahkan dokter, berminat untuk menjadi instruktur O&M bagi tunanetra.
b. Jumlah peserta satu angkatan maksimal 20 urang.
c. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan level tongkat atau out door, berhak mengajar O&M tehnik pra tongkat  kepada tunanetra dilingkungan 
3. Kompetensi yang diharapkan setelah lulus mengikuti pelatihan Instruktur O&M level pra Tongkat atau In-door level adalah:
a. Terampil mengidentifikasi masalah orientasi dan mobilitas anak didik  dalam lingkup pra tongkat.
b. Terampil menilai apa yang dimiliki, belum dimiliki dan yang dibutuhkan peserta didik secara individual dalam orientasi dan mobilitas di lingkup dalam ruang (pra-tongkat)
c. Terampil menyusun program latihan O&M peserta didik secara individual dalam lingkup pra tongkat atau dalam ruang.
d. Terampil merencanakan dan mengembangkan program keterampilan orientasi peserta didik dilingkungan terbatas (sekolah).
e. Terampil melatihkan bepergian di lingkungan terbatas dengan menggunakan tehnik orientasi dan  tehnik mobilitas pra tongkat dengan benar kepada peserta didik.
f. Terampil menyusun dan mengembangkan keterampilan kehidupan sehari-hari secara  terbatas
g. Terampil membuat laporan hasil praktek lapangan.
4. Sertifikat kewenangan lulusan akan diberikan oleh  Universitas Pendidikan Indonesia dan ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia, setelah peserta menyelesaikan program praktek lapangan.

 

B. Instruktur O&M Luar Ruang (Level 2: tongkat)

1. Lama pelatihan  18 hari efektif setara dengan 135 jam latihan.
2. Peserta :
a. Peserta pelatihan Instruktur O&M Luar Ruang (Level tongkat) ini berumur tidak lebih dari 36 tahun dan telah memiliki sertifikat instruktur O&M level  pra tongkat.
b. Memiliki pengalaman mengajar orientasi dan mobilitas pada peserta didik tunanetra minimal 12 kali pertemuan setiap pertemuan 2 jam latihan yang diketahui oleh kepala sekolah dan pengawas.
c. Jumlah peserta maksimal 20 orang
d. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan Instruktur O&M Luar Ruang (Level tongkat) , berhak mengajar O&M kepada tunanetra secara penuh di lingkungan tidak terbatas.
3. Kompetensi yang diharapkan setelah menyelesaikan pelatihan Instruktor O&M tingkat tongkat atau out-door:
a.Terampil menganalisa alat bantu mobilitas yang dibutuhkan untuk peserta didik.
b.Terampil menganalisa alat bantu orientasi yang di butuhkan peserta didik.
c.Terampil dalam membuat dan melaksanakan pembelajran aktifitas kehidupan sehari hari dalam lingkup tak terbatas
d.Terampil menyusun program latihan O&M peserta didik secara individual dalam lingkup pra tongkat atau dalam ruang tak terbatas.
e.Terampil merencanakan dan mengembangkan program keterampilan orientasi peserta didik dilingkungan tidak terbatas (
f. Terampil melatihkan mobilias dan bepergian di lingkungan tidak terbatas (sekolah, perkampungan, perumahan, pertanian dan pertokoan)dengan menggunakan tehnik  tongkat yang  benar kepada peserta didik.
g. Terampil dalam mencegah dan mengantisipasi akan terjadinya kecelakaan.
h. Terampil menyusun dan mengembangkan keterampilan kehidupan sehari-hari secara tak  terbatas
i. Terampil dalam mengembangkan sisa penglihatan peserta didik.
j. Terampil dalam merancang dan membuat peta timbul atau model bagi tunanetra.
k. Terampil mebuat sistem pelaporan hasil praktek lapangan.
4. Sertifikat kewenangan lulusan akan di berikan oleh Universitas Pendidikan Indonesia dan ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Khusus Indonesia, setelah peserta menyelesaikan program praktek lapangan.